Latest Entries »

Padepokan Budi Rahardjo

Apakah perlu ada batas waktu di perguruan tinggi? Misalnya, setelah melewati waktu tertentu (x) maka yang bersangkutan di-DO (drop out). Alasannya kenapa ya?

Jaman dahuluuuu sekali tidak ada aturan ini. Jaman saya kuliah dulu ada yang kulihanya 10 tahun. Maka ada istilah “mahasiswa abadi”. hi hi hi. Waktu itu ini bisa terjadi karena tempat di perguruan tinggi masih banyak tersedia. Jadi tidak perlu ada pembatasan waktu kuliah. Toh mahasiswanya juga tidak menjadi membebani sumber daya (resources) perguruan tinggi. Dia hanya menjadi angka statistik saja (yang mana ini mungkin tidak disukai perguruan tinggi atau pemerintah).

Majukan waktu. Fast forward. Semakin banyak siswa yang ingin masuk ke perguruan tinggi sementara tempat tetap terbatas. Mulailah menjadi masalah. Maka mulailah dibatasi waktu studi di perguruan tinggi – meskipun waktunya masih agak longgar juga. Kalau lewat batas waktu itu, maka mahasiswa diancam DO juga.

Pada saat yang sama terjadi “inflasi” gelar. Kalau dahulu bergelar…

Lihat pos aslinya 458 kata lagi

akar rumput

… Belajar pemrograman (ngoding) itu tidak seperti belajar matematika di jaman SMA, kalau nilainya kurang bagus bisa ikut BimBel atau Les Privat, latihan ngerjakan soal-soal yang mirip dengan soal-soal diujian. Karena ngoding itu tentang cara berfikir dan skill menyelesaikan permasalahan komputasional – A Random Thought

belajar_coding Ilustarsi: Code Program Java

Hari ini di milis dosen jurusan saya isu itu muncul kembali. Lagi-lagi, para dosen mengeluhkan semakin banyak mahasiswa yang tidak bisa ngoding di Jurusan yang meluluskan para Sarjana Komputer itu. Dulu, kurikulumnya yang dituduh jadi biang kerok karena banyak mata kuliah pemrograman yang tidak dimunculkan tapi disisipkan di mata kuliah yang lain. Sekarang ketika kurikulum sudah diganti dengan yang baru, dimana mata kuliah – mata kuliah pemrograman itu dimunculkan kembali, nyatanya juga sama saja. Semakin banyak saja mahasiswa yang masih tidak bisa. Mungkin, tidak lebih dari 20% saja mahasiswa yang menguasai core skill sarjana komputer ini. Bahkan, bukan rahasia lagi yang…

Lihat pos aslinya 2.518 kata lagi

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pada awalnya, saya membuat blog ini sekedar untuk mendukung aktivitas perkuliahan, hal ini bisa Anda lihat dari 4 tulisan pertama saya di blog ini. Hehe.. 😀 Setelah setahun lebih terbengkalai, saya ingin mencoba mengaktifkan kembali blog ini, sekaligus berlatih untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menulis.

Motivasinya?
Saya ingin mengumpulkan berbagai ide yang berkecamuk di kepala ini menjadi sebuah pemikiran utuh yang terstruktur, sekaligus menyampaikan ide ini kepada orang lain. Tentunya dengan harapan supaya pemikiran saya ini dapat tersampaikan kepada orang lain dan membawa dampak positif yang lebih luas. Selain itu, barangkali ada yang salah dalam pemikiran saya, sehingga orang lain dapat memberikan masukan konstruktif yang dapat saya pertimbangkan untuk meng-update pemikiran saya tersebut. Semoga ke depannya saya bisa istiqamah dalam menulis. Amin.. 🙂

Pada tulisan saya yang ke-5 ini (tulisan pertama saya di blog ini yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas perkuliahan :D), saya ingin menyampaikan visi saya dalam menjalani hidup ini ke depan. Mengapa? Menurut saya akan cukup tepat apabila diskusi non-perkuliahan di blog ini diawali dengan visi, sebagaimana kita, manusia, baik dalam lingkup individu maupun kolektif (organisasi) senantiasa mengawali suatu aktivitas/periode dengan sebuah visi yang menggambarkan pandangannya ke depan terkait keberhasilan atas pencapaian tujuannya.

Visi hidup saya adalah “Menjadi hamba Allah سبحانه وتعالى yang juga merupakan Negarawan Informatika Indonesia“. Di sini ada dua poin utama yang perlu disoroti, yakni hamba Allah سبحانه وتعالى dan Negarawan Informatika Indonesia. Pada dasarnya, kedua poin tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tetapi dengan tujuan supaya lebih mudah dipahami dan tidak terlalu menjenuhkan, pada tulisan ini saya akan berfokus pada poin hamba Allah سبحانه وتعالى, sedangkan poin Negarawan Informatika Indonesia akan saya bahas pada tulisan saya selanjutnya.

Sebagai seorang Muslim, tentu beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى haruslah menjadi tujuan utama dalam hidupnya. Sesuai dengan firman Allah سبحانه وتعالى :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” [QS. Adz-Dzariyat:56]

Istilah ibadah di sini janganlah sekedar kita maknai sebagai ibadah mahdhah (ibadah yang bersifat ritual) saja, tetapi harus dimaknai lebih luas lagi, yakni sebagai perwujudan perilaku penghambaan dan penyembahan kepada Allah سبحانه وتعالى dalam segala sisi kehidupan. Mulai dari perkara kecil seperti menggunting kuku, hingga perkara besar seperti kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Sejak terlahir di dunia ini hingga ajal menjemput. Dengan kata lain, sebagai manusia, kita harus menjalankan Islam secara kaffah (menyeluruh). Hal ini sejalan dengan yang firman Allah سبحانه وتعالى :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [QS. Al-Baqarah:208]

Mengapa kita perlu menjalankan Islam secara kaffah?
Pada dasarnya Allah سبحانه وتعالى sama sekali tidak membutuhkan ibadah kita, tetapi kita sendirilah yang membutuhkan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Sebagai Sang Pencipta, tentu Allah سبحانه وتعالى -lah yang paling mengetahui seluk beluk makhluk ciptaan-Nya, tak terkecuali manusia. Sebagai makhluk Allah سبحانه وتعالى yang paling sempurna, manusia telah diberi “panduan hidup” berupa risalah Islam yang diturunkan melalui Rasul-Nya. Ibarat laptop, yang notabene merupakan buatan manusia, pasti disertai pula dengan “buku panduan” yang disusun oleh engineer-nya.

Dapat kita bayangkan, apabila penggunaan sebuah laptop tidak sesuai dengan (atau bahkan jauh dari) apa yang tertulis di dalam buku panduannya, hampir dapat dipastikan suatu saat nanti laptop tersebut akan mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan berbanding lurus dengan ketidaksesuaian penggunaan dengan buku panduannya. Demikian pula dengan manusia. Apabila dalam hidupnya seorang manusia jauh dari apa yang diatur dalam Islam, hampir dapat dipastikan pula kelak manusia tersebut menderita kerugian, baik di dunia maupun di akhirat.

Lantas bagaimana cara kita menjalankan Islam secara kaffah?
Tentunya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Kembali ke pemaparan singkat saya sebelumnya, bahwa Islam mengatur manusia dari perkara yang paling kecil hingga perkara yang paling besar. Allah سبحانه وتعالى telah menurunkan Al-Qur’an ke dunia yang disertai dengan contoh langsung implementasinya dalam kehidupan manusia melalui Rasulullah Muhammad صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Pada hakikatnya Rasulullah Muhammad صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ merupakan seorang manusia biasa yang kehidupannya dapat dicontoh oleh setiap orang, baik tua maupun muda, baik kaya maupun miskin. Pada dirinya terletak uswatun hasanahyang patut kita teladani sepenuhnya, semaksimal yang kita bisa lakukan.

Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, permasalahan manusia di dunia pun berkembang menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, tetap dibutuhkan ijtihad dalam menentukan hukum atas perkara-perkara yang tidak secara eksplisit diatur dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Perihal bagaimana tata cara dan seluk beluk ijtihad, bukan merupakan fokus pembahasan saya pada tulisan ini.

Kembali kepada pembicaraan tentang ibadah, selain ibadah mahdhah, juga ada ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang bersifat ritual dan berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah سبحانه وتعالى, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dsb. Tata cara ibadah mahdhah ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, jadi kita tinggal mengikutinya, tentunya dengan berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, dan hasil ijtihad para ‘ulama. Empat prinsip dasar dari ibadah mahdhah ini adalah sebagai berikut:

a. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari Al-Quran maupun As- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.
b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Jika melakukan ibadah bentuk ini tanpa dalil perintah atau tidak sesuai dengan praktek Rasul صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, maka dikategorikan muhdatsatul umur (perkara meng-ada-ada), yang populer disebut bid’ah.
c. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal). Artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat.
d. Azasnya “taat”. Yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah سبحانه وتعالى, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.

Sedangkan ibadah ghairu mahdhah merupakan bentuk ibadah yang bersifat di luar ritual dan berkaitan dengan hubungan antara manusia dan makhluk Allah سبحانه وتعالى lainnya, seperti belajar, bekerja, bersosialisasi di masyarakat, melestarikan alam, dsb. Empat prinsip dasar dari ibadah ghairu mahdhah ini adalah sebagai berikut:

a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah سبحانه وتعالى dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diseleng garakan.
b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul. Karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah bid’ah, atau jika ada yang menyebutnya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul adalah bid’ah, maka bid’ah-nya disebut bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), sedangkan dalam ibadah mahdhah disebut bid’ah dhalalah (bid’ah yang sesat).
c. Bersifat rasional. Ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya, manfaat atau madharat-nya, dapat ditentukan oleh akal atau logika.  Sehingga jika menurut logika sehat hal tersebut buruk, merugikan, dan madharat, maka tidak boleh dilaksanakan.
d. Azasnya “manfaat”. Selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh dilakukan.

Melihat betapa luasnya cakupan ibadah ghairu mahdhah ini, maka setiap manusia dapat menjalankan ibadah ghairu mahdhah-nya dengan cara yang berbeda-beda. Itulah mengapa salah satu poin utama dalam visi hidup saya adalah Negarawan Informatika Indonesia. Menjadi seorang Negarawan Informatika Indonesia ini bagi saya merupakan salah satu bentuk ibadah ghairu mahdhah yang ingin saya laksanakan di dunia ini sebagai bekal saya untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.

Lantas apa yang membuat mimpi Negarawan Informatika Indonesia ini menjadi bernilai ibadah? Serta bagaimana rencana saya untuk menuju ke arah sana? Nantikan tulisan saya berikutnya!.. ^_^

Wallahu a’lam bishshawab.

اَلْحَمْدُلِلّهِ

Referensi:
http://hadisku.wordpress.com/2010/10/27/tidak-aku-ciptakan-jin-dan-manusia-melainkan-hanya-untuk-beribadah/
http://kajiansalafyui.wordpress.com/2009/06/06/kajian-islam-ilmiah-memahami-dan-mengamalkan-islam-secara-kaffah-solusi-satu-satunya-bagi-umat-islam/
http://umayonline.wordpress.com/2008/09/15/ibadah-mahdhah-ghairu-mhadhah/ 

1. Mengirimkan dua attachment kepada diri sendiri, kemudian melihat “raw file” dari berkas email tersebut, lalu menunjukkan bagaimana attachment diproses dalam email.

Saya mengirimkan email dengan menggunakan alamat if18079@students.if.itb.ac.id, tujuan pengirimannya adalah alamat itu sendiri. Berikut merupakan email yg saya kirimkan:

Email yang saya kirimkan memiliki 2 attachment (lampiran), yakni sebuah file teks dan sebuah file gambar. Berikut merupakan isi file Teks.txt dan Gambar.gif yang saya lampirkan.

Setelah email dikirimkan, “data raw” atau “source message” dari email tersebut terbaca seperti ini:

Return-Path: <if18079@students.if.itb.ac.id>
X-Original-To: if18079@students.if.itb.ac.id
Delivered-To: if18079@students.if.itb.ac.id
Received: from mx.if.itb.ac.id (mx.if.itb.ac.id [167.205.32.3])
	by mail.students.if.itb.ac.id (Postfix) with ESMTP id 1250BACC27
	for <if18079@students.if.itb.ac.id>; Sun, 10 Apr 2011 17:51:14 +0700 (WIT)
Received: by mx.if.itb.ac.id (Postfix, from userid 48)
	id 11492E0472; Sun, 10 Apr 2011 18:18:10 +0700 (WIT)
Received: from 125.subnet125-163-11.speedy.telkom.net.id
	(125.subnet125-163-11.speedy.telkom.net.id [125.163.11.125]) by
	webmail.informatika.org (Horde MIME library) with HTTP; Sun, 10 Apr 2011
	18:18:10 +0700
Message-ID: <20110410181810.cbkw4uoi274g4g4c@webmail.informatika.org>
Date: Sun, 10 Apr 2011 18:18:10 +0700
Return-Receipt-To: if18079@students.if.itb.ac.id
From: Zain Fathoni <if18079@students.if.itb.ac.id>
To: Zain Fathoni <if18079@students.if.itb.ac.id>
Subject: Tes Attachment
MIME-Version: 1.0
Content-Type: multipart/mixed;
	boundary="=_7lep4ukwlfk0"
Content-Transfer-Encoding: 7bit
User-Agent: Internet Messaging Program (IMP) H3 (4.0.4)

This message is in MIME format.

--=_7lep4ukwlfk0
Content-Type: text/plain;
	charset=ISO-8859-1;
	format="flowed"
Content-Disposition: inline
Content-Transfer-Encoding: 7bit

Email ini digunakan untuk melihat bagaimana attachment diproses dalam email.

-- 
Zain Fathoni
13508079
HMIF ITB

--=_7lep4ukwlfk0
Content-Type: text/plain;
	charset=ISO-8859-1;
	name="Teks.txt"
Content-Disposition: attachment;
	filename="Teks.txt"
Content-Transfer-Encoding: 7bit

Ini adalah isi file teks yang dilampirkan.
--=_7lep4ukwlfk0
Content-Type: image/gif;
	name="Gambar.gif"
Content-Disposition: attachment;
	filename="Gambar.gif"
Content-Transfer-Encoding: base64

R0lGODlhZwAfAPcAAP///1BPTwAzmfLHGgE+wwIohM7U3pnMme3v7xxiHMOYBjuqO6G75AA2rs1W
RlVplfT19+bCveffu1KE2Imo29/j6e7TWtWmA6+RKvXx8OZNM7SOioqligE8ueummeXq8WJ1nixW
r/j5+uzv7LDF4017zooPBc6Bd+vRzHmJqtXJm6sRA0RkqwJCy6ENALoTA5FxCOQuE+7y9wtU3kKE
6UW3RGuU1skVAqnQp/f39ee5sRdAm/n6+/v6+CVezcPL2tSVjPXRND+xPtW5tjJ46dfd5TZz2vL1
+oUzK/L09qu+3M7Y6cy+uuI+JPnICLnC0QBD1HYMB+fk1w9Mw3OMwK+6zYqy61OQ7fn18PPv7xdI
sent8zVivdojC5GgvfHy9FFytNOvNcLP5AArkrnUuNzJxopLRS1iyNExGwFG2X2SvgIic9espvf4
+tIUAcamoiNp4Pr59JKmzKq0xufd29hIMsFqYNbg7/b08xtf3JlmZrIOAJIkGhFb4vbz54dvI6HS
oNG2U22BqGWBud3l8vDu7BxlHJxGPxVUzARI0b7iveTn7O9vVPH08PDi4Ovl5PDq6Wae7fr399/n
3xdh47dEOMkqGDRSkffmku7s483It+rs7zNmzFm4Weft97ooGN3Yx/j6/aCsws4/LYCd0/fs6nWh
4hZmFa5qZPTn5enbpumYicCzhBIye6wzKKxYT8TJxOLx4+C1rRplGe25AiBh1+AZA9cqEhk8iKCR
YedYP/fv7sO7n9fX0rxgVh1tHKR+ABNoE8K3jMfTxux8ZObq5gZO2OTr+ZNhXIeUsw1QDNfl13HK
cSSOIxR7E/Tq6AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACH5BAAAAAAALAAAAABnAB8A
AAj/AAEIHEiwoMGDCBMqXGiwERlABzotWMaw4sIPDGxMKDHBFIMlbSyKHFkwliIczJpxIMnyjo0z
YKjIkUOFCyIiEyjcYcmzIpkawWD1rCjCCiIwWwx+YDGjRQFRQ6MaVFTj1DCpCSEwmJJMoaA1DxBg
HUv1VK+xBxnUSrGwiiARaLH+nDUpLsEiVwpsWnjELlYcNej6BVB0yoOouyJ4WBzBUcI4ElRhwiQh
k0JPhCpoLrJEjCcAOIQYKlYQi2IPOlBIGhigdQAArxEauDJmzlAdo+y8AVKpiYYTGQxKGBBIhYow
A4JY8GNQzEYjNCLR8BGCShLQQhKIHYiijh0gdtBo/3BQiDXs1gkZEClggGcPD5aGEDxxK4aDgsNV
EFQxYECY8gMp4YMSPMgwSB8zsCDDQKEZsh0AETTBxkBlNBFDJULBpmFsB5kCRwEV8CQLGm8YdEIM
bqAykARBCGMQK07QggEeApFgRBUEqZFGA14MBEh2IwhEhy6vFATEDVFsMNIVeRRQBEt0MGJCFgY9
0kUXLjABQCMWKCCFQTkM4IQCWlYQiRZfEARBLYngch0AByyQQJAArPKJlgOV4kAUZpQxEg1NPsGS
BxoggZADWOoBAIswWGaQCk5ckAsAJNAgQJoE2WAMewLFOScAjjCygp8AoACEA6iQOtIElAjA1kh4
EP+DhqEHsRHDCmYAgMkAjR4kxQAX/AGAFXAI0B5BFMywxrGeBhmBLisMwYYDDrARHE82UNLBJQol
8cEHW2xBiAyQMGJJFDQahEITKyARhwW8fmkQFkFcAAMAFPTRwasBJtIKBJ3KKZYOGqywgQ4RSPVD
UwL8cNARFJRQgg2RwBHCFhlocIsJZxmUigYu5AovMJogZEGwACyRBgE7hDgQBbUN5OnATbygKFYi
+LDyYQbxcMwRbTxBRAeH9VAHlkoa9IwGJihqwZismKzApABQ0UADLIQEwAda8BywdgDQEcMNJjwy
lhJQQNEBVAmJ0SoIAp1gyx60FuRIHVFoKUGkGBz/1EMQMJQsUAqtCMAJCUoYoUZBMwtUhy0vJI0V
GAS00IIcCRlAhAA8Q2LJDSvgSZAsLyAjUA9h0KIALwZJEWwOBC3yBAMTbA4wQQeIRucQbrjxQolY
IRBCAwRAQcrtBRXxoddD7PGCK1QOlAUafKQLACgKXKCA2QPlYAEM8hpkRB8CPEkQIAv80shAr7xw
gxtArCYQFijw9AUIAjTQAicM3HFEKKE4AiFIIYA1wG0gG+CDC1wRgVKkIgIOOAQdCqIJDCgAA6rw
gx8kEAgMgCIhySJACMTQvU44QxkcIEMsAACJQ7hgDzcYxQlWcQI71K8nFUgBLsbQgA5M4QycOAMX
8cAwhwrAhSBZ2MAh+PCJSvhCPgfJAC8wYMEwFKcHB5HBEhhQgqtBIQ22AcAkOEBGMtIJAG8wQxRM
YAIkbAB2UoGAAargBS9U4Qcf0JpCMrAL+S0kDliIA0IWQQEfcGEQavDCJToABQIIiiEZKMS1BkPJ
hdgoBEvgwUAgkAICsAxTlQzlUGazgwfliACcEqUqSVIURBywZz4ogMNWScuKfIAGU3ilQUqwhr3U
8pcJSUIeErGDRRyEB10DpjIRIgcCdIALOyGIDCbAAuQt85oCAQEPWzABBpCABBQ4AwvehM1yAuAJ
grjEDrQQAhYMYpaVDAgAOw==

--=_7lep4ukwlfk0--

Dari source di atas, terlihat bahwa email terdiri dari beberapa bagian, yakni Header, Body, dan Attachment. Bagian-bagian tersebut dipisahkan dengan suatu string boundary, dalam email ini, string boundary yang didefinisikan adalah “–=_7lep4ukwlfk0–“.

Bagian Header dan Body ditulis dalam format teks biasa (7-bit encoding), begitu pula dengan file Teks.txt yang dilampirkan.Sedangkan isi dari file Gambar.gif ditransfer dengan encoding “base64”.

2. Menyadap email dengan menggunakan wireshark dan menunjukkan bagaimana mail yang disadap itu.

Email yang saya kirimkan di atas sekaligus saya sadap dengan menggunakan Wireshark, berikut hasilnya (dengan difilter untuk port SMTP terlebih dahulu).

Terlihat adanya kiriman paket email dari if18o79@students.if.itb.ac.id.

Monitoring dilakukan dengan menggunakan wireshark. Sedangkan port scanning dilakukan dengan menggunakan program NMap. Program Nmap akan menscan semua port yang ada dalam komputer, dengan mengirimkan pesan TCP.

Kali ini, yang akan dipantau adalah komputer dengan IP 167.205.35.120.

Ketika dilakukan port scanning ke komputer yang sedang di pantau akan secara tiba-tiba muncul banyak permintaan dari sumber yang sama. IP komputer yang banyak meminta permintaan tersebut dalam tugas ini adalah komputer dengan IP 167.205.35.118. Yakni IP dari komputer yang melakukan port scanning.

Pada gambar di bawah ada dua warna yang berbeda, yang pertama berwarna hitam dan yang kedua biasa saja. Bagian yang di blok berwarna hitam merupakan port yang terbuka di komputer yang di pantau. Hal ini ditandai dengan paket yang komputer kirimkan ketika ada permintaan ke port yang dituju. Pada contoh ini, komputer dengan IP 167.205.35.120 mengecek port ssn dan kemudian komputer menjawab permintaan tersebut dengan mengirimkan paket balasan yang diberi tanda warna hitam.

Dengan paket yang dikirimkan tersebut, secara otomatis komputer yang melakukan port scanning mengetahui kalau port tersebut memang terbuka.

Dari pecobaan ini dapat disimpulkan bahwa, port scanning biasanya terjadi dari satu komputer yang berusaha untuk mengirimkan paket ke komputer yang hendak discan portnya ditandai dengan permintaan yang banyak dari satu komputer. Sedangkan untuk mengetahui port tersebut dibuka atau tidak, dapat diketahui dari pesan atua paket yang dikirimkan balik oleh komputer korban.

Sekian tentang tugas kali ini.

Slide Kuliah Kesling

Assalamu ‘alaikum…

Teman-teman Kesling Kelas 3.. Berikut link yang dapat teman-teman akses untuk membuka file-file slide kuliah kesling yang terbaru:

http://kuliah.ftsl.itb.ac.id/keslingk/

Password: ftsl2010

Semoga bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum…

Link Tugas 2 Kesling

Assalamu ‘alaikum…

Teman-teman Kesling Kelas 3.. Sebelumnya saya mohon maaf apabila link yang saya sediakan minggu lalu ternyata tidak dapat diakses. Berikut link yang dapat teman-teman akses untuk membuka file Soal dan Daftar Kelompok:

Soal

Daftar Kelompok

Semoga bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum…